Para Penjaga Tradisi
Kisah Para Pengrajin
Mengenal para maestro gerabah Desa Sitiwinangun. Melalui tangan terampil dan dedikasi lintas generasi, mereka membentuk tanah liat menjadi warisan budaya yang tak ternilai harganya.
25 Tahun Berkarya
Nuradi
Spesialis: Kendi & Gentong (Gerabah Nuradi)
Setiap putaran tanah adalah bentuk dedikasi menjaga budaya leluhur.
Baca Kisah Lengkap
18 Tahun Berkarya
Marini
Spesialis: Vas & Pot (Dhijah)
Tanah liat memberikan kehangatan alami untuk setiap sudut hunian.
Baca Kisah Lengkap
10 Tahun Berkarya
Nurjaji
Spesialis: Kriya Modern (Apik Crap)
Seni tradisional tidak lekang oleh waktu jika dipadukan dengan ide-ide baru.
Baca Kisah Lengkap
35 Tahun Berkarya
Sariman
Spesialis: Kendi & Guci Besar (Gerabah Sitiwinangun)
Karya besar membutuhkan kesabaran yang besar pula.
Baca Kisah Lengkap
28 Tahun Berkarya
Rumsani
Spesialis: Cobek & Coet (Coet Sani)
Cobek tradisional buatan tangan selalu punya tempat di hati ibu rumah tangga.
Baca Kisah Lengkap
15 Tahun Berkarya
Suyandi
Spesialis: Kriya Modern (IyandiPoetery)
Setiap kreasi gerabah adalah perpaduan jiwa dan bumi.
Baca Kisah Lengkap